Jiwa patriotisme memang mengalir
dalam diri wanita kelahiran Cicalengka, Jawa Barat, 4 Desember 1884 ini.
Ayahnya, Raden Somanagara adalah seorang pejuang kemerdekaan. Terakhir, sang
ayah dihukum buang ke Pulau Ternate oleh Pemerintah Hindia Belanda hingga
meninggal dunia di sana.
Raden Dewi Sartika yang mengikuti
pendidikan Sekolah Dasar di Cicalengka, sejak kecil memang sudah menunjukkan
minatnya di bidang pendidikan. Dikatakan demikian karena sejak anak-anak ia
sudah senang memerankan perilaku seorang guru. Sebagai contoh, sebagaimana
layaknya anak-anak, biasanya sepulang sekolah, Dewi kecil selalu bermain
sekolah-sekolahan dengan teman-teman anak perempuan sebayanya, ketika itu
ia sangat senang berperan sebagai guru.